postingan penuh sayang

4/04/2013 12:18:00 AM ratna rahmat 0 Comments

assalamualaikum Wr.Wb.

Seperti yang pernah saya bilang tentang menjadi 'kesayangan' yang bisa berarti banyaaaaak,banyak disuruh-suruh,banyak dituntut,banyak dimarahi,banyak ditanya-tanya,bisa juga banyak tidak bolehnya.
bagi orang yang menaruh perhatian lebih ke kita atau 'sayang', kita akan terlihat seperti catatan yang distabilo,mencolok.jadilah setiap ada apa-apa pasti kita yang jadi orang pertama yang dicari.enak tidak enak sih.tergantung kondisi dan suasana hati.


sebagai contoh,adalah kondisi dimana saya menjadi kesayangan bagi bocah yang sebentar lagi umurnya baru sampai usia lima tahun,tapi omongannya lebih mirip ABG jaman sekarang (entahsalahsiapa).
sebut saja namanya Alwi *memang itu nama aslinya entah apa dan mengapa setiap kali dia ditanya "kamu adeknya siapa?" dia akan menjawab tanpa ragu "nan" *saya
Padahal sebagai anak bungsu dia punya lima kakak lainnya,apa karena dia malas menghapal nama kakak2 yang setenagh lusin ato memang dia segitu sayangnya ke saya?who knows
kalo saya sedang iseng dan pura-pura tidak mengakui sebagai kakaknya dia akan menjinak dan jadi sangat manis.

enak tidak enaknya adalah,
enaknya secara tidak langsung si alwi berada dalam kekuasaan saya *whwhhwhwwh jadi kalo ada apa2 diantara kami bertujuh saya sudah punya pendukung.kondisi yang akan sangat jarang terjadi
tidak enaknya adalah,secara alwi masih balita,apa-apa diurusi,dan dia tipe balita cowok yang sangat amat pemilih.dalam beberapa urusan dia hanya mau diurus dengan orang yang namanya dia sebut.
seperti baru-baru ini,saat saya sedang semedi depan kompi dia teriak "nan"
sy "iya,kenapa tuan?"
al "bikinkan ka susu"
sy "minta sama yg lain,mama saja,nan lagi repot" alasan
al "kw mo"mule dak sopan
sy "be nice ok" beranjak keruang tengah
ternyata mak bapaknya sudah tidur sodara2 dan meninggalkan Bocah ini didepan tipi,oke sip lah

sy "baca bismillah"bawakan botol susu
al "nan pakekanka kaos kaki,dingin kakiku"
say "wot.udara segerahh ini" dalam hati
untuk menghindari teriakan2 yang bisa merusak gendang telinga,saya tetap memakekan kaos kaki.Susu habis kaos kaki terpasang,eh dianya malah jalan-jalan diruang tengah.
mulai iba,sambil tersenyum si Alwi saya gendong,matanya sih mule sayup,tapi masyaAllah ternyata bocah ini bertambah berat dengan cepat,baru lima detik napas saya abis,dia malah ketawa."apa ja kubilang besarma,dak bisama digendong" sambil meloncat turun di berjalan ke arah mom yang tertidur di sofa untuk kemudian terlelap bersama di kamar.

saya mesem,,,selalu terkejut dengan apa yang dilontarkan Alwi

wassalam

You Might Also Like

0 komentar: