true story "SAtu DELapan" part I

4/13/2013 11:52:00 PM ratna rahmat 0 Comments

Assalamualaikum Wr.Wb.

ada yang kebanjiran gak?
ada yang kehujanan?
ada yang gerah karena terik matahari??
ada yang hatinya lagi basah gak?*eaa curcol deh

tau deh ini malam minggu(sabtu malam) trus kenapa???
yah g papa *apa seeh?


masih ingat kan tentang "stimulus proses kreatif".
yang kalo kita lagi suka sama seseorang atau lagi sedih atau kalo kita sedang ditempat yang terlalu banyak memori??iya perasan atau emosi yang muncul itu adalah "stimulus proses kreatif" yang efektif yang bisa bikin seseorang tiba-tiba puitis,jago bikin lagu,bikin karikatur,memasak,garuk-garuk tembok*ini g kreatif*,ato menulis.dan disinilah saya terserang rasa 'rindu' pada mereka,karena melihat kecenderungan social media yang sedang membahas UN SMA,saya jadi teringat beberapa tahun lalu *bukan-bukan pas jaman UN* waktu pertama kali mendaftar di SMAN 8 Makassar,trus meloncat ke ujian masuknya,pengumuman *lulus dong,MOSnya saya lewatkan *anotherstory*,hari pertama masuk sebagai siswa baru,di kelas SAtu DElapan.dan disinilah semua kebodohan yang menyenangkan itu dimulai
yup hari pertama menginjakkan kaki di sekolah itu sebagai murid baru yang tidak ikut prosesi MOS *dak usah protes* tidak akan terlupakan. saya datang agak terlambat,dan sambil berlari-lari imut saya mencoba mengikuti siswi didepan saya,kalo memakai logika sederhana siswi ini adalah kakak kelas (pakaiannya yang *ehm agak ketat dan roknya yang *ehm lagi,diatas lutut)menuju lapangan yang sudah terlihat sesak dan sangat berisik sodara-sodara.karena bingung saya berusaha bertanya ke siswi tadi  "kak,kelas satu delapan baris dimana?"
si siswi menoleh dan" ikut saya saja,kita satu kelas"
"apa?satu kelas?dia kelas satu?apa yang terjadi sama seragamnya?" cuma membatin dan mengikuti siswi tadi dengan khusyuk
sampe akhirnya saya ada dibarisan yang tidak kalah ributnya dengan barisan lain,padahal didepan *entah siapa* sedang memberi pengarahan.
maka resmilah siswi tadi adalah orang pertama yang saya kenal di sekolah ini dan orang pertama yang saya kenal di kelas Satu Delapan.namanya kemudian diketahui sebagai 'UNI'(disingkat saja blum ijin sama orangnya)

selama upacara berlangsung pikiran saya entah kemana-mana,selain saya tidak tertarik dengan apa yang disampaikan juga saya sangat terganggu dengan kegaduhan ditengah upacara.saya membandingkan dengan tempat dimana dulu semua begitu tertib,teratur,rapi,tapi ternyata saya tidak nyaman dan tidak bertahan,sekarang saya disini ditempat yang memberi kesan pertama jauh dari tertib,teratur,rapi tapi berusaha merasa nyaman dan bertahan karena kalo tidak saya akan 'gagal' lagi....

apa saya akan menemukan kenyamanan?atau bertahan tanpa merasa nyaman?atau...?
tunggu part selanjutnya ^^

 



You Might Also Like

0 komentar: