Bukan Cinta Dalam Kardus

6/25/2013 06:47:00 PM ratna rahmat 0 Comments

Assalamualaiku Wr.Wb.

Beberapa waktu lalu,pas dirumah lagi sibuk-sibuknya beres-beres persiapan nikahan si kakak,tidak sengaja ketemu catatan-catatan jaman dulu *beberapa tahun lalu* yang rapi tersimpan di kotak bekas kertas. Percayalah kebiasaan ini sudah saya lakukan Jauh sebelum si Radit membuat film Cinta Dalam Kardusnya,Entah kenapa menyimpan hal remeh temeh dalam suatu wadah menjadi suatu kebiasaan,orang lain saya raya juga melakukan hal sama,hanya saja wadah tiap orang berbeda,dan saya memilih kotak bekas kertas yang cukup besar dan kuat,yang kemudian tiap tahunnya saya rapikan dan membuang yang rasa-rasanya tidak perlu lagi ada disitu,barang remeh temeh ini bagi saya menjadi pengingat,tentang hal-hal yang saya anggap monmentum dalam hidup saya,atau dari orang yang dekat dengan saya,teman,sahabat,saudara,atau siapalah Emoticon_008wanwan.jpg
isinya bukan cuman catatan  bersejarah  asal-asalan ada foto hasil fotobox,tiket nonton,karcis masuk,gantungan kunci,buku harian *free dari salah satu majalah jaman SMA,memo yang isinya Jadwal Meeting ,tugas,bon toko kue,ahhh random lah pokoknya
tapi yang menyita perhatian saya adalah lembaran-lembaran kertas yang isinya kata-kata absurd yang beberapa diantaranya  saya sendiri sekarang lupa kapan,dimana,kenapa saya menulisnya.
Ada satu yang cukup rapi dan seingat saya ini cuman salinannya,aslinya sudah babak belur tercuci bersama celana jeans kesayangan saya.tulisan ini hasil curhatan seseorang tentang hubungannya yang Up and Down sampai akhirnya harus benar benar berakhir dan belakangan saya juga mengalami cerita yang hampir sama *uuuyea Emoticon_003wanwan.jpg
oia sampai detik ini saya belum bisa memberikan judul untuk tulisan yang ini



Hari ini lamunanku terantuk batu nostalgia
Dimana, pernah ada pelangi yang menghiasi hari
        setelah hujan emosi membahsahi kita begitu eras
Dimana,ada gelak tawa yang berseligan engan isak tangis
Dimana,ketidak juuran merobek rajutan kepercayaan
Dimana,aku pernah menjadi bukan satu-satunya penghias hatimu
       begitu pula kamu dihatiku
Dimana,panah cemburu pernah menghujam ragaku
Dimana,rindu akan hadirmu menyerang saraf-sarafku
Dimana,logika dan nalar tak menjamahku saat berfikir tentengmu
Dimana,aku hampir gila karena takut kehilanganmu
Dimana,aku dengan egoku memilih satu keputusan

Dan aku tersadar..

Bahwa,pelangi akan selalu menghiasi hati orang-orang
      yang mampu membedakan warna
Bahwa,tawa dan tangis dapat dibagi kesiapa saja dengan tulus
Bahwa,ketidakjujuran dapat mengikis kepercayaan
Bahwa,penghianatan dimulai dari ketidakjujuran kita
sumber
Bahwa,Cinta tidak melulu saling memiliki
Bahwa sangat sulit untuk melupakan
Bahwa perasaanku melampaui segalanya
Bahwa, aku telah kehilanganmu
Bahwa,itu adalah pilihanku

Andaipun waktu bergulir kembali
aku takkan memilih bertahan denganmu
meski kau guru terhebat dalam hidupku
Tapi kau bukan Tujuanku


satu malam di Antang
20 Desember 2006

You Might Also Like

0 komentar: