Review Mesakke Bangsaku Makassar

12/14/2013 02:06:00 AM ratna rahmat 0 Comments

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hai hai
Semoga kita selalu dalam lindunganNya

Postingan kali ini saya niatkan buat siseksi new andromax i dari @smartfrenworld
*oke kita blak blak kan saja

Beberapa waktu lalu pas tahu kalo om pandji (di hyperlink biar gak ketuker sama panji manusia milenium) akan stand up comedy tour dan Makassar terpilih jadi salahsatu kota yang akan dikunjungi saya sudah meniatkan untuk datang dan melihat langsung bagaimana seorang pandji yang kalo di televisi terlihat....apa ya?...keren?standar,pintar?yang lain juga,channing tatum??bisa jadi
Yup saya mau melihat om pandji secara langsung stand up comedy,mau lihat bagaimana om pandji me riffing penonton,mau mendengar bit khas dari om pandji yang peka sama kondisi sosial,ekonomi,budaya dan politik di negeri tercinta ini (ini komika atau capres?) dan tentunya mau berbagi udara bersama dengan orang-orang yang tertarik untuk tahu apa itu Mesakke Bangsaku

Karena ini akan jadi SUC tour pertama yang saya nonton secara langsung maka pertimbangan pertamanya adalah saya nontonnya sama siapa,upaya pertama ajak teman-teman terdekat *sekalian bantu promosi* tapi karena saya tidak punya banyak teman ini menjadi sulit,akhirnya ada satu yang baik hati mau ikut nonton,ini karena dia juga suka sama om pandji.sampe H-1 tambah satu lagi yang mau ikut nonton,atas ijin Allah kami bertiga melewatkan malam minggu yang berkesan di lantai 4 Graha Pena,Makassar.seperti apa ??



Rahasia umum kalo seorang pandji selalu berusaha on time "mencoba menghargai yang tepat waktu" katanya
dan ini juga berlaku di Makassar,@standupindomksr jauh-jauh hari juga terus mengingatkan hal ini "open gate 18.30" saya? hampir telat,tapi beruntung masih bisa dapat posisi depan panggung.sambil menunggu acara benar-benar dimulai backsound lagu melayu membuat atmosfer diruangan itu terasa hommy buat saya, acaranya sendiri dipandu dua MC muda   yang dengan 'datar'nya mereka malah menghadirkan tawa diantara penonton,mereka pun mempersilahkan Sasa kepanggung,opener lokal yang berhasil melakukan 'pemanasan' ke penonton,tawa pecah dimana-mana,apalagi Sasa karena komika lokal maka bit-bit yang disampaikan dengan dialek khas makassar sangat touched,dia sampai jongkok (cengke-cengke) pas cerita tentang galau dan pancuran
Belum hilang keram dipipi karena bit alla'nya sasa,opener kedua sudah dipersilahkan,Muslim berjalan ke panggung dengan backsound jkt48,apa Muslim seorang wota?entahlah yang sama-sama kita tahu adalah Muslim adalah jebolan SUCI3 dan seorang Madura mutlak,maka bit yang dibawakan tidak jauh dari 'besi' dan yang mengejutkan adalah dia memulai dengan 'Nusantara' dan dari sini tawa penonton tidak terbendung,Muslim bahkan berjoget ala janeta janet dan itu tidak mungkin di reject oleh penonton.

Daaan saatnya inti dari acara ini tampil Pandji Pragiwaksono *prok prok prok*,Sebenarnya om Pandji sudah ada diruangan dari tadi tapi tetap saja waktu MC mempersilahkan pandji untuk keatas panggung,penonton malah makin heboh,saya??mengatur nafas dan menjaga kesadaran,yak saking senangnya bisa lihat om Pandji SUCsecara langsung.
om pandji menjadikan isu minoritas sebagai poin dari rangkaian bitnya yang semuanya secara sederhana saya cerna sebagai "kalo sudah puas kita tertawakan mari kita pikirkan mesakke bangsaku" yang menarik adalah seorang pandji berani bicara data dan itu penting sebagai 'pembeda' antara fakta dan opini
oia dari sini juga saya tahu kalo om pandji itu romantis,dari mana? bukan om pandji tidak datang dengan kuda putih,apa lagi pakai stelan pink,ada waktu dimana om pandji cerita kalo dia senang menatap isterinya yang sedang tidur :) -totuit-
(pesan om pandji kita tidak boleh cerita jokenya,dan kalo pun iya kita mencoba menceritakan pasti tidak akan sama sensasinya,sori deh buat yang tidak bisa nonton langsung)
tapi ada satu moment dimana om pandji ketawa sendiri cukup lama, ini karena seorang Asraf dan kelakuannya, buat saya saat komika menertawakan jokenya sendiri itu artinya "pecah"

"kamu,coba bilang tujuh"

oia karena saking semangatnya dan fokus saya tidak terpikirkan untuk update status di media sosial atau ganti ava atau sekedar chek in,saya tidak mau melewatkan satu momen hanya karena harus balas komen atau mantion yang bisa saya lakukan nanti,karena ada seorang pandji didepan saya sedang mentransformasikan wawasannya dengan cara yang asyik,stand up comedy.bagi saya ini wujud saling menghargai

di akhir acara om pandji membuka sesi tanya jawab,ada satu poin lagi yang saya dapat dari pertanyaan seorang penonton cewek,"bagaimana kalo kita ingin menyampaikan sesuatu tapi takut orang lain tidak setuju?".Yang pandji jawab dengan kalimat "kalau kita merasa ada yang perlu kita sampaikan,maka sampaikan jangan takut orang lain tidak akan mendengar,dengan berani 'membicarakannya' maka kita mungkin telah menarik orang yang berpikiran sama dengan kita,makin banyak orang yang berpikiran sama dengan kita maka apa yang ingin kita sampaikan dengan sendirinya akan tersampaikan" 

setelah sesi tanya jawab om pandji dengan sabarnya melayani penonton yang ingin foto bersama,eh bukan cuman om pandji Muslim juga padahal waktu itu lagi telpon-telponan *biasa urus bisnis besi

seperti saya bilang diawal ini adalah salah satu malam minggu yang berkesan,nonton pandji stand up comedy secara langsung untuk pertama kalinya ditemani dua orang teman(Fera dan Alam) yang luar biasa baiknya :)
seangkatan kita :)
cak muslim 

tante Fera yang salting pas
 namanya dijadikan disebut




terimakasih @standupindomksr
terimakasih @smartfrenworld
sasa,muslim,dan om pandji :) *kalian luar biasa

wassalam

You Might Also Like

0 komentar: