Belajar Dari Mama

12/22/2014 10:34:00 PM ratna rahmat 0 Comments

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bulan Desember biasanya identik sama hujan,waktu dimana matahari akan lebih sering bersembunyi dibalik kelabunya awan-awan yang siap menumpahkan air  ke bumi.waktu dimana cucian akan jadi PR sendiri buat anak rajin macam saya.dan waktu dimana sangat rentan untuk seseorang yang malas olahraga tapi doyan makan untuk semakin berbobot ^^ 
juga waktu dimana tanaman dan mungkin beberapa makhluk hidup lainnya,merasakan yang namanya
'berkah dalam hujan' 
taukan yang kalo sebelum musim hujan datang panasnya ampun ampunan,saya malah sering kehilangan tanaman yang mati karena kekeringan,bukan karena sengaja ya,kadang sehari saja lupa disiram besoknya sudah menguning dan setelah itu bye bye
tapi kadang juga ada yang potnya sudah gersang,saya sudah ikhlas,teman-teman saya sudah pada nikah *ups* pas hujan turun beberapa hari kemudian muncul tunas baru,,,wow 
hei 
saya bukan sudah jadi ahli botani atau pengamat cuaca 
hanya saja cerita tentang Desember selalu terkait hujannya dan juga tentang siklus waktu yang berakhir dan awal yang baru.dan juga ada satu hari yang sama orang kita diperingati sebagai hari IBU

seperti tanaman yang saya ceritakan diawal tadi,anak-anak seringnya seperti tanaman yang begitu membutuhkan air,bahkan ada cara bertanam yang hanya perlu air sebagai media tanamnya,tapi saya belum melihat ada tanaman yang bisa tetap segar tanpa air,bahkan kaktus pun dikondisi tertentu perlu disiram,nah buat saya sosok ibu seperti AIR,sumber kehidupan
jujur saya tidak bisa apa-apa tanpa mama,
saya selalu bersyukur masih punya mama sampai detik ini

saya belajar banyak hal dari mama,baik yang langsung diajarkan ataupun sesuatu yang membuat saya berpikir untuk 'oh iya nanti hal ini akan saya tiru atau oke,saya tidak akan melakukan hal yang sama'
ya ibu adalah sosok mulia,yang apapun yang terjadi kita sebagai anak harus tetap berbuat baik,tapi kan kadang ada kondisi dimana kita sebagai anak tidak selalu setuju,tidak selalu sepakat akan banyak hal,manusiawi
ini bukan alasan buat kita hilang hormat,atau jadi next malin kundang
siapa sih anak didunia yang tidak pernah merasa "ya mama kok gitu,padahalkan..."
yang kita dilarang ikut les ini itulah
yang kita harus pulang tepat waktu
ndak boleh main kesana sini
ndak boleh temanan sama si itu
ndak boleh pakai pakain yang begini begitu
bangun harus pagi di hari minggu
menyapu harus bersih
jangan jorok
jangan jajan ini itu
jangan-jangan kamu ketukar pas di RS

ya itu mungkin sebagian kecil apa yang saya sebut "mama rules"
yang dari kecil sudah kita dengar atau alami
bahkan ada yang sampai kita dewasapun masih berlaku,
pas kita masih anak kecil sih mungkin tidk jadi  masalah
tapi pas kita merasa makin KECE dewasa hal ini mulai mengganggu
disinilah biasanya percik-percik berantem anak sama mama mulai muncul,anak mana
saya juga mengalami,tapi dengan berjalannya waktu dan banyak aktifitas yang membuat saya harus jauh dari rumah.ketemu banyak orang,merasakan ini itu,ada saat dimana saya pulang kerumah dan sangat kangen sama sosok mama
hahahaha
saya anak yang cukup nyaman kalo ada yang bilang "tawwa mirip mamanya"
atau saya anak yang bahagia dengan membanggangkan kalo mama saya jago masak
dan saya anak yang belajar tentang sabar,ikhlas,'kuat' dari mama dengan berbagai cara

mungkin dalam perjalanan hidup kita akan ada 'ribut-ribut' ada gesekan-gesekan tapi bukankah itu yang bikin mesin berfungsi? bikin kehidupan ndak sepi?

bersyukur adalah cara tersimple untuk berdamai dengan semua kondisi
saya belajar ini dari MAMA
dan untuk hal ini
saya berdoa semoga Allah yang meridhoi saya terlahir sebagai anak mama
kelak di ridhoi juga untuk berkumpul dengan mama,bapak,dan sodara2 saya di surgaNya
i luv u mam 
mama


You Might Also Like

0 komentar: