Liburan Lebaran Yang Ditunggu-tunggu (session 2)

8/14/2016 02:48:00 PM ratna rahmat 0 Comments

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ini masih cerita libur Lebaran Idul fitri kemarin,meski keluarga saya belum terhitung keluarga besar (dalam hal jumlah) tapi kmi sekeluarga selalu menjadwalkan untuk menghabiskan waktu bersama minimal sekali setahun.Nah biasanya waktu yang dimanfaatkan itu sebelum masuk Ramadan atau kalau dak sempat ya setelah Lebaran.

Tahun ini karena Bapak sangat sibuk menjelang Ramadan,begitu juga dengan beberapa anggota keluarga lainnya sepakatlah kami untuk liburan setelah lebaran,itupun baru bisa terlaksana di tanggal 17 Juli,dan lokasi yang dipilih,,,biasanya kalau bukan Pantai ya....pantai...atau pantai lagi...hahaha.tahun ini kita memilih Bantimurung,salah satu objek wisata di sulawesi selatan yang berada di kawasan Taman Nasional Bulusaraung,kota Maros.


Seperti biasa,namanya juga liburan keluarga,artinya rame dan selalu saja ada drama.Sebenarnya selain keluarga saya,yang terdiri dari mama,bapak,adek saya lima,kakak saya dengan keluarga kecilnya,sodara-sodara mama juga ikut,nah makin rame deh ^^
tapi  ada yang bikin saya cukup terkejoooooot...

Pagi hari rumah sudah rame,mulai dari siapkan konsumsi buat piknik sekalian buat sarapan,dan yang lain siap-siap dengan barang pribadinya.Jam delapan semua sudah siap,grupnya maam elles yang start dari tamalate juga sudah jalan,so mari kita go.....

Pas sampai kota Maros,kami sekeluarga tidak langsung menuju tempat wisata yang juga terkenal dengan Kupu-Kupunya,kami mau menjemput keluarga kakak saya yang memang tinggal di Maros.Jadi ceritanya ponakan saya yang selama ini tinggal di kota yang terkenal juga dengan panganan khas Maros,roti panggang yang ditengahnya ada selai kaya *aduh jadi laper* Belum pernah ke Bantimurung.Umurnya memang baru tiga tahun tapi anaknya pinta diajak ngobrol,jadi sepanjang jalan dia terus bertanya
 "kita mau kemana,bantimurung"
"iya,kita mau mandi-mandi"
muka si ponakan mulai menerawang.karena memang Fatih ini terkenal rewel kalau urusan mandi *like father like Son*
dan entah siapa yang memulai menyebut kata 'monyet'
"ada monyet dimana"
"iya ada monyet disana"
"takut ka saya sama monyet"
oke kid,setidaknya Fatih berani mengakui kalo dia penakut



Tidak terasa akhirnya,kita sampai juga dii lokasi,melintasi si patung monyet yang dulu jadi simbol tempat wisata.dulu waktu kecil bahkan kendaraan yang mau masuk harus melewati patung ini tepat dibawah kedua kaki si monyet yang lagi ngankang ini.hahaha untuk ini cuman patung ya,coba beneran
sekarang selain patung Monyet yang sudah bisa kita lihat ada lagi patung Kupu-kupu yang memang jadi salah satu daya tarik tempt wisata yang menawarkan air terjun yng indah ini.
Sampai di parkiran hawa sejuk mulai menyergap,kami suah siap didepan gerbang masuk dengan bawaan kami masing.sebenarnya ada yang menawarkan trolly,tapi kali ini bawaan  kami cukup dibagi jumlah anggota yang ikut,jadi bisa sedikit berhemat kan.

Bapak kebagian tugas ke loket tiket yang pastinya diikuti sama si bungsu Alwi.setelah itu satu-satu kami masuk ke gerbang.oia sekrang ini HTM Wisata Bantimurung itu dua puluh lima ribu untuk dewasa (wisatawan lokal)
kalau buat wisatawan luar negeri beda lagi

Dari gerbang kita mesti jalan beberapa puluh meter lagi untuk sampai di air terjun yang jadi primadona ini.
di sepenjang jalan menuju lokasi air terjun ada beberapa bangunan dan lokasi penangkaran kupu-kupu,mushallanya juga ada di sebelah kanan kita kalau baru masuk dari gerbang.ada juga tempt penginapan yang bisa digunkan kalau kita memang mau menginap.Klau tidak salah saya terakhir ke sini tahun 2011 dan itu nginap karen ada kegiatan training center.tapi saya tidak sempat mandi ke air terjunnya.jadi cukup lama memang dari waktu terakhir saya dan keluarga min ke air terjun ini.







Banyak yang berubah dari apa yang saya ingat tentang Bantimurung,sekarang jadi makin bagus,makin rapi meski tidak sedingin dulu lagi.Setelah dapat lesehan buat menaruh barang,kelluarga dari tamalate juga sudah tiba,kita makan dulu,baru deh mencar,ada yang langsung  mandi,ada yang kembali ke dekat gerbang lagi buat foto-foto.saya
masih bimbang antara mau mandi atau tidak.hahahah labil kan
jadi sembari menunggui yang lain saya makan saja lagi.mengingat keamanan barang tidak terjamin adi  emang harus ada yang menunggui,mamanya Fatih juga sepertinya tidak akan main ke air terjunnya.


     







Tapi karena penasaran akhirnya saya jalan juga ke air terun,tidak jauh dari lesehan sewaan kami
dan karena lliat semuanya seru-seruan,akhir beranin juga setelah bujuk-bujukan sama mba Uya,
prinsipnya 'masa iya air terjun di depan mata kitanya malah masih kering'
dan entah kenapa pas kita lagi kode-kodean untuk jalan ke aliran air terjunnayhujan turun,,,hahaahaha ;langit merestui sepertinya.
dan berakhir dengan histeris-histeris tidak jelas,,,setelah cukup basah,,,kita langsung kembali ke lesehan.

Yang menyenangkan dan menetramkan adalah ruang ganti yang makin banyak dan makin bagus juga,meski belum bagus-bagus amat.cukup dua ribu rupiah saja,kita cukup nyaman untuk bilas badan dan ganti pakaian,tapi harus sabar antri ya

Setelah semua beres dan rapi kembali,kami berkemas untuk kembali kerumah,oia beruntungnya Fatih karena selagi kita bersantai sambil ngemil ada beberapa Monyet kecil yang ccukup erlihat jelas di dahan-dahan pohon dekat lesehan kami,kontan fatih heboh antara penasan dantakut sepertinya,hehehe











Kami beranjak stetlah shalat Ashar,pas di parkiran ternya masih banyak pengunjung yang baru datang,wah ternyata pesona bantinmurung belum pudar,masih jadi idola destinasi wisata.pantas sih,selain karena pesona Alamnya yang masih terus berusaha dijaga,fasilitasnya juga terus berbenah.
Jadi ayo yang belum pernah,atau sudah lama tidak berkunjung,luangkan waktu y
kalau yang rajin main ke Bantimurung,tolong ajak saya ya ^^

sampai ketemu di cerita keluar saya lagi

You Might Also Like

0 komentar: