Cerita Akhir Pekan dari Hotel Melia (II)

10/15/2016 10:47:00 PM ratna rahmat 0 Comments

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

langsung saja ya nyambung cerita di postingan sebelumnya

hotel makassar

"Setelah selesai dengan urusan makan dan minum saya dan Tenri menuju kamar kami di lantai 9 karena hari juga sudah beranjak sore dan tadi mba Citra sudah kasih Info kalau the Society yang ada di lantai 20 dan 21 baru akan bukan jam 16.30 dan katanya lagi foto pas sunsetnya itu masuk 'list Do'.Kami yang dasarnya anak yang penurut jadi sangat termotivasi untuk segera sampai di kamar,mandi,dandan kemudian melipir ke rooftoop dan sampai disini cerita kenorakan kami masih berlanjut...

Tidak sulit menemukan kamar kami yang berada dekat pintu elevator,dan viola kami sudah ada dalam kamar.rencana pertama kami adalah shalat dulu (ingat Allah tetep ya) dan seperti kamar hotel pada umumnya ada petunjuk arah kiblat yang mudah terlihat dan syukurnya lagi ada space yang cukup pas buat gelar sajadah (kadang adakan hotel yang meski arah kiblatnya jelas,kitanya masih bingung mau gelar sejadahnya dimana
Kesan pertama saya dengan ruangan kami adalah...maskulin...iya jadi warna kamarnya didominasi sama warna hitam,putih dan coklat hampir sama dengan restoran dan koridor di ruang meeting.yang unik sih dinding  kamar mandinya yang full kaca dan pas masuk bikin kami syok "ini mandinya bagaimana" ternyata tirainya belum diturunkan (ampunilah kenorakan kami).

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar


hotel makassar

hotel makassar
hotel makassar

Cukup dengan dinding kaca tadi,karena sebelum waktu menunjukkan jam enam kami sudah siap dan menuju ke rooftop.Sampai di lantai 20 agak kecewa dengan cuaca kota makassar yang gerimis,sunsetnya jadi tak nampak.tapi tenang meski di luar gerimis area in door the society by hotel Melia ini menyajikan suasana yang 'hangat' cocok untuk duduk-duduk ngobrol atau mungkin sekedar menikmati 'kesendirian'
dominasi warnanya masih seperti ruangan hotel Melia pada umumnya tapi dengan sentuhan warna biru dan dinding kaca yang membuat pandangan kita termanjakan dengan landskap kota makassar dan kelap kelip lampu gedung dan kendaraan,pokoknya ciamik. The society ini terbuka untuk umum (tidak hanya pengunjung hotel) .

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar


Puas menikmati suasana senja yang basah di the society kami harus kembali ke kamar mau laporan magrib dulu habis itu siap-siap romantic Diner.saya agak ragu apa harus menceritakan saya yang hari itu enytah kenapa jadi mogok mandi (hahhahaa).jadilah saat si Tenri siap-siap saya asyik menikmati wifi yang lumayan buat streaming vidio. what a perfect day
saya yang tadi dipesankan untuk mengingatkan kalau sudah jam setengah tujuh,langsung menegur tenri di jam itu
"ten,jam setengah tujuh mi"
"oh,iye kak,makasih" ambil ponsel...kemudian sibuk nelpon
aseeeem,saya kira dia mau diingatkan jam makan malam

saya kurang ingat berapa lama tenri nelpon,tapi rasanya lega pas dia bilang "kak Na,ayokmi makan"
saya sujud syukur dulu...
sampai Di restauran Merkado,yang ramai dengan orang-orang yang mnikmati malamnya.kami memilih duduk di area outdoor,selain karena siang tadi sudah duduk di dalam kami juga penasaran dengan pengalaman makan di tengah derai hujan (yang ternyata lebih kayak air diguyur)
oia makan malamnya kami tidak berdua saja,ada Mas Viki yang malam itu berbaik hati mau sedikit berbagi soal  hotel Melia ini.

jujur saja makan malam kali ini agak terganggu dengan harus pindah meja beberapa kali menghindari tempias hujan yang memang cukup deras,tapi selain itu pemandangan malam kota makassar saat itu indah.kapan lagi bisa menikmati hujan yang diselingi kilatan petir tapi kitanya tidak basah (rentan baper)
apalah arti makan malam tanpa makanan? kami ditawarkan Coto makassar yang khas hotel Mlia dengan kuah putihnya,tapi malam itu saya sedang ingin makan Nasi goreng dan tenri memesan tom yan kalau mas Viki menikmati sop buntutnya.saya agak kaget dengan porsi Nasi Goreng Mappanyuki yang saya pesan,Cukup besar untuk saya yang biasanya makan sedikit (percayalah ini)


hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar

hotel makassar


Diselingi ngobrol-ngobrol seru makan malam kami pun berakhir dengan foto bersama dan setelah itu kembali ke kamar...tapi kami tidak langsung tidur
we must doing something ....
apa itu?
keep Read ya....
 

You Might Also Like

0 komentar: