Cerita Akhir Pekan dari Hotel Melia

10/13/2016 11:30:00 PM ratna rahmat 0 Comments

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Bulan Oktober sudah tiba...
Dan hujan pun mulai turun di kota makassar,dan kalau ada yang sadar di kalender masehi tidak ada lagi tanggal merah yang jadi pertanda hari libur sampai tanggal 12 bulan Desember nanti...
So what?

Buat yang kerjaannya santai kayak saya,mungkin tidak masalah tapi bagaimana dengan yang hari kerjanya hampir cuman ada libur di hari minggu?
Pasti rasanya jenuh.Mau liburan harus tunggu akhir pekan yang biasanya malah dipakai buat istirahat atau family time,bisa sih nekat cuti dan liburan keluar kota...kalau nekat ya




Tapi sebenarnya ada banyak cara biar tidak bosan dan tetap bisa merasakan "me time' meski itu cuman di akhir pekan dan di dalam kota.Antara lain,memaksimalkan waktu di akhir pekan dengan kegiatan yang jauh dari rutinitas kita,biasanya  kita main ke mall sepulang beraktifitas,atau sekedar ngopi dengan beberapa teman di kedai kopi atau ambil beberapa pakaianmu,kamera dan seperangkat alat penunjang lainnya biar tetap bisa eksis sekalian  mengabadikan momen,ajak temanmu yang paling asyik,lalu pilihlah tempat yang baru

Seperti yang baru saja saya lakukan di akhir pekan kemarin,,,setelah ke rumah teman SMA yang menggelar pengajian,saya yang pagi itu memang numpang sama indra dan isma langsung diantar ke jalan Mappanyuki,ada seorang teman lagi yang sudah menunggu sedari tadi di Lobby Hotel Meliá.yes saya dan Tenri hari itu punya kesempatan buat meluangkan waktu bermanja-manja cantik cuman berdua saja di hotel yang baru beberapa bulan launching di kota Makassar ini,terus memangnya apa specialnya berakhir pekan di hotel
Tunggu dulu,,,mungkin terbaca biasa saja,tapi karena ini Hotel Melia pastinya tidak ada yang biasa saja karena di Hotel Meliá your date with the world
penasaran kan


Lapang(k)an
Serasa di galeri seni 
kembali ke teman saya yang sudah duduk manis di lobby hotel

Saat pertama kali melewati pintu masuk,suasana yang tenang dan ruang tunggu yang begitu lapang,kesan dari langit-langit yang tinggi,langsung menyambut.Pantas saja Tenri tidak begitu rewel menunggu,tidak berapa lama kami mengobrol,seorang perempuan yang begitu ramah menghampiri,memperkenalkan diri namanya mba Citra kemudian membantu kami untuk check in.Karena hari masih begitu siang kami putuskun untuk langsung saja melihat-lihat fasilitas apa saja yang kira-kira bisa kami nikmati selama ada di Hotel Meliá ini.
  
jadi bingung mau duduk di mana
Dari mba Citra saya tahu Hotel Meliá ini adalah salah satu dari franchise Hotel Meliá Internasional dari Spanyol yang ada di kota Makassar ini adalah hotel yang ke enam,tiga diantaranya di Pulau Bali,satu  di Djogja dan satunya lagi di Jakarta,itu Artinya untuk kawasan timur Indonesia Hotel Meliá Makassar adalah yang pertama.karena hotel Meliá ini franchise dari Spanyol maka jangan heran jika kalian berkunjung dan mendapat sapaan yang berbahasa Spanyol,begitu juga dengan penamaan ruang petemuannya,restoran dan Spa.

Lanjut ke aktifitas keliling-kelilingnya kita langsung menuju lantai 5 di mana kolam renang,gym,salon,spa berada..Untuk tamu hotel  boleh menikmati fasilitas kolam renang,sauna,dan gym sepuasnya,tapi untuk spa dan salon ada tarif yang harus dibayarkan jika ingin menikmatinya.
sedangkan jika tidak sedang menginap fasilitis kolam renangdan sauna  bisa dinikmati dengan membayar 200 ribu perorang sudah termasuk makan atau  menjadi member dengan membayar 800k/bulan.Oia di gym-nya kita akan didampingi personal traineer yang siap yang siap antar jaga membantu kita khususnya yang awam soal fitnes seperti saya.Dari ruang Gym ada pintu yang menuju Mini Salon yang meski ruangannya tidak begitu besar tapi cukup nyaman dan private untuk make up dan hair do juga hair treatment  tidak jauh dari ruang salon ada ruang spa yang baru melewati koridornya saja sudah dapat kesan relaks dan tentram,di sini tersedia single room dan double room untuk perawatan baliness massage selama 60 menit kita dikenai tarif 350.000 ada juga perawatan scrub mulai 150.000

Lepas dari intip-intip spa kita kembali ke kolam renangnya yang amboy rasanya langsung mau nyemplung tapi mengingat masih ada pengunjung lain yang pasti terheran-heran liat putri duyung nyasar ini saya urungkan dan kembali fokus ke mba Citra dan Tenri yang sudah ada di depan Sauna...

ngobrol nih

nyebur yuk

biar sehat

Alma spa and salon


lewat sini dan anada akan merasa..relaks
Setelah dari ruang sauna kita lanjut ke lantai 7,di lantai ini memang khusus untuk ruang pertemuan.
ada beberapa ruang yang terbagi menjadi Valencia,Barcelona,Malorca dan Madrid (fokus ya ini bukan nama klub liga spanyol) yang membedakan ya kapasitas ruangannya,kalalu untuk Barcelona sendiri ruangannyay ada 3 tapi karena dipisahkan dengan sekat yang bisa dibuka tutup jadinya Barcelona ini kalau disatukan bisa jadi ruangan yang cukup besar,kata mba Citra kapasitas meeting room di hotel ini mulai 10- 200 orang untuk paket Coffebreak mulai 80k dan untuk Lunch mulai 250k.

Seperti yang saya bilang di awal tadi kalau di Melia pasti ada hal yang tidak biasa ^^,nah di lantai tujuh ini ada ruang pertemuan yang special mulai dari sofanya yang elegan (kayak sofa bos-bos di drama korea),dan kapasitas ruangan yang memang cuman buat 12 orang.Ruang ini memang di khusukan buat jajaran direksi atau pejabat (nelen ludah).Yang membuat saya merasa Hotel Melia ini tidak biasa(lagi) adalah ruang Mushollah yang ada di lantai yang sama dengan ruang pertemuan,tempat wudhu  yang cukup layak dan beberapa alat sholat dan sajadah juga tersedia.Jadi ingat beberapa waktu lalu pas ada kegiatan di salah satu hotel  tiap kali masuk waktu shalat mesti turun sampai bassement untuk cari tempat wudhu dan shalat.

serasa di film-film
drinks
mushalla


Habis jalan-jalan di Barcelona,Madrid,Malorca dan Valencia (berasa di Spanyol aja) kita turun ke lantai 6
tempat makan-makan,hahahaha (maaf,saya punya atensi yang besar kalau soal makan) Merkado restoran,nama ini juga masih bahasa Spanyol yang artinya Pasar,wuaaaah inilah pasar terenak kalalu begitu.
ruang restorannya cukup luas dan lagi-lagi kesan lapang sangat terasa,karena hampir semua dindingnya dipenuhi kaca yang bikin mata kita termanjakan dengan pemandangan langit makassar yang siang itu cukup cerah,kalau ingin langsung merasakan segarnya angin mammiri kota makassar sambil menikmati hidangan yang juga enak kita bisa memilih duduk di bagian out door.

Kami memilih duduk di bagian dalam saja selain karena cukup lelah habis 'tour' saya juga masih menikmati keindahan ruangannya yang didominasi warna abu-abu sambil memesan menu kami ngobrol-ngobrol lagi dan pastinya take a pics,dan pas pesanan kami datang bukannya langsung disantap tapi tetap sibuk di foto sambil sesekali bilang "ya ampuun cantiknya" (maafkan kenorakan kami,mba citra).

wine made in Indonesia (Bali)

cekatan amat
pelepas dahaga

rentan diabetes ini

Tandas
Setelah selesai dengan urusan makan dan minum saya dan Tenri menuju kamar kami di lantai 9 karena hari juga sudah beranjak sore dan tadi mba Citra sudah kasih Info kalau the Society yang ada di lantai 20 dan 21 baru akan bukan jam 16.30 dan katanya lagi foto pas sunsetnya itu masuk 'list Do'.Kami yang dasarnya anak yang penurut jadi sangat termotivasi untuk segera sampai di kamar,mandi,dandan kemudian melipir ke rooftoop dan sampai disini cerita kenorakan kami masih berlanjut...
(Keep read ^^)


You Might Also Like

0 komentar: