Garda Medika Octobreast Bersama Love Pink Peduli dan Sadari

10/30/2016 08:28:00 PM ratna rahmat 0 Comments

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Bulan Oktober ini dikenal sebagai bulan kanker payudara,setiap tanggal 13 oktober lebih tepatnya,dikenal dengan no bra day dimana hari itu setiap wanita disarankan untuk tidak menggunakan Bra sebagai wujud solidaritas terhadap penderita kanker payudara,karena penggunaan bra dianggap sebagai salah satu pemicu penyakit mematikan ini.
Di Indonesia sendiri makin banyak  kampanye tentang kanker payudara,seperti tahun ini di tanggal 15 oktober saya dan beberapa teman-teman blogger mendapat kesempatan untuk menghadiri salah satu kegiatan kampanye tentang kanker payudara yang diadakan oleh Garda Medika bersama dengan Love Pink Indonesia yang bertajuk Garda Medika Octobreast.menariknya kegiatan ini dirangkaikan dengan nonton bersama Film Pinky Promise,sebuah film yang terinspirasi dari kisah para penderita kanker payudara di Indonesia.




Acaranya berlangsung di studio XXI Trans Mall Makassar,tempat yang cukup jauh dari tempat tinggal saya,tapi saya membulatkan tekad mengingat dari informasi yang disampaikan seorang teman,akan ada edukasi dan sharing tentang kanker payudara itu sendiri.Sebagai seorang perempuan saya merasa perlu untuk mengetahui sebanyak mungkin tentang hal ini.
kenapa?

garda medika

Tadinya saya berpikir kalau acaranya akan seperti seminar pada umumnya,baru kemudian kita akan menonton bersama film pinky promise,ternyata ini berbeda.
Sesampainya saya di studio XXI,sudah banyak teman blogger yang sudah duduk manis,dan sepertinya bukan cuman dari komunitas blogger saja yang meramaikan acara ini,ada dari jurnalis,komunitas-komunitas dan tentunya teman-teman dari love pink indonesia.

Hal pertama yang saya lakukan adalah registrasi dan ternyata kita tidak hanya di undang untuk nonton bersama,karena selain ada talk show ada juga layanan cek gula darah gratis,dan ada juga photobooth.Ini salah satu area yang paling ramai,karena para undangan seperti saya dan teman-teman blogger sangat antusias untuk mengabadikan gambar sambil memegang properti yang  isinya slogan yang ada kaitannya dengan kampanye Octobreast

garda medika

Tidak terasa akhirnya pintu studio 4 yang jadi tempat pemutaran film pinky promise dibuka itu artinya kami para undangan dipersilahkan masuk,saya bergegas menuju kursi yang sesuai dengan tiket yang tadi telah dibagikan.
Pikiran saya kami akan langsung menonton film,dan setelah itu baru akan ada talk show,ternyata saya salah.
Setelah ruang studio 4 mulai di padati para undangan seorang perempuan yang bertindak sebgai MC menyapa kami sebagai tanda rangkaian acara ini telah di mulai.
Setelahnya MC mempersilahkan bapak Suasi dari Garda Medika untuk menjelaskan apa sih garda medika itu.
garda medika merupakan produk asuransi kesehatan dari asuransi Astra yang cukup mendukung sosialisasi bahaya kanker payudara dengan kampanya garda medika octobreast.tidak hanya itu garda medika juga mempunyai aplikasi yang support ke android dan ios untuk membantu menjaga kesehatan dan membantu gaya hidup sehat yaitu Medcare.

Setelahnya seorang lelaki yang ternyata dokter ini,diberi kesempatan untuk berbicara,dr Dodi mulai memaparkan fakta,yang jujur membuat saya sedikit merinding

Disampaikan bahwa kanker payudara menempati urutan pertama di Indonesia (12,9 % dari total kasus kanker) yang 30% penderita kanker payudara berusia kurang dari 40 tahun,dengan jumlah angka kejadian 21,5 per 100.000 penduduk Indonesia dan jumlah angka kematian 43% dari kasus.

Beberapa pemicu resiko kanker payudara juga dipaparkan,antaranya :

- Genetik
- Tidak memiliki anak atau hamil pertama di usia tua >35 tahun
- Menggunakan terapi hormon setelah menopouse.
- Tidak menyusui anak
- Alkoholik dan obesitas
- Early menstruation dan late menopause

Dan ternyata wanita karir berisiko terkena kanker payudara 70% dibanding ibu rumah tangga atau wanita yang hanya staff bawah (dr.tetyana pudrovska) yang disebabkan oleh karena wanita karir cenderung tidak menyusui,menunda kehamilan,sters karena beban kerjaan,paparan polusi udara,dan kurang tidur.

Adapun gejala-gejala kanker payudara yang biasa dirasakan penderita antara lain :
 - Bengkak pada seluruh atau sebagian payudara,
- Kulit iritasi
- Payuda terasa nyeri
- Puting susu terasa nyeri atau puting melesak kedalam
- Kulit pada payudara atau puting susu berwarna kemerahan
- Kulit bersisisk atau menebal seperti kulit jeruk
- Keluar cairan,darah dari puting.

Sampai pada penjelasan ini saya mulai merasa benar-benar harus memperhatikan kondisi fisik saya,sungguh saya tidak bisa membayangkan bagaimana teman-teman survivor kanker payudara begitu sangat kuat untuk melawan penyakit yang dari pemaparan dr Dodi saya sadari ini begitu berbahaya.

Tidak sampai pada itu saja dr.Dodi melanjutkan tentang tingkatan kanker payudara
pada tingkatan

o   kanker payuadara non invasif ada 2 tipe
     yaitu DCIS (ductal carcinoma in situ dan LCIS (lobular carcinoma  in situ)
I    kanker invasif kecil (ukuran tumor , 2 cm dan tidak menyerang kekenjar getah bening)
II   kanker invasif  (ukuran tumor 2-5 cm dan sudah menyerang kelenjar geah bening)
III  kanker invasif besar (ukuran tumor > 5 cmdan benjolan sudah menonjol ke permukaan kulit,pecah
      ataupun berdarah/bernanah.
IV  kanker sudah bermetastesis atau menyebar ke organ lain seperti paru-paru,liver,tulang ataupun otak.

Adapun tindakan medis yang bisa diambil adalah,pembedahan,Radioterapi dan kemoterapi.yang sebelumnya perlu dilakuan adalah biopsi,X-ray dada untuk mengetahui apakah kanker menyebar keparu-paru,scan tulang untuk mengetahu apakah kanker menyebar ke tulang.CT scan (computed tomography),MRI usg dan mamografi,PET scan ( positron emission tomography)
Tapi sebelum rngkaian pemeriksaan tadi sebenar kita bisa melakukan apa yang disebut SADARI yaitu periksa payudara sendiri

Selepas penjelasan dr Dodi tentang kanker payudara kita kemudian diajak berbincang dan berbagi pengalaman dari teman-teman Love Pink Indonesia,jujur saja saya tidak punya gambaran sebelumnya tentang komunitas ini,tapi kemudian mba tuty dan mutia  membagi pengalaman mereka bagaimana menghadapi kanker payudara, mulai dari perubahan emosi yang mereka rasakan ketika pertama kali dinyatakan positif terkena kanker payudara,kecemasan akankah sembuh atau tidak,kebimbangan memilih metode pengobatan,juga sikap orang-orang disekitar yang cukup mempengaruhi  semangat dalam menjalani rangkaina pemeriksaan sampai pada penangana medis lainnya.

Berlatar belakang pengalaman inilah mba mutia dan seorang temannya memprakarsai komunitas love pink yang pada tahun 2014,berkembang menjadi Yayasan Daya Dara Indonesia dengan kegiatan utama melakukan pendampingan bagi para pasien kanker payudara,serta menggiatkan kampanye deteksi dini kanker payudara melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi ke berbagai institusi, sekolah, kantor, kampus, dan komunitas.
Di tahun 2016, jumlah anggota Lovepink mencapai angka 500 terdiri dari pasien dan penyintas kanker payudara, sebagian besar berdomisili di Jakarta(sumber

Dari pemaparan mba mutia dan tuty saya jadi tahu bagaimana peran keluarga dan orang-orang terdekat bisa sangat membantu dalam proses penanganan kanker payudara,ya selain penanganan medis untuk fisik para penderita kanker payudara juga butuh dukungan positif untuk terus menjalani rangkaian pengobatan hingga peroses pemulihan yang memang tidak mudah,kita butuh saling menguatkan butuh dan saling memberi energi positif.
Salah satunya bisa dilakukan dengan bertemu dengan sesama pejuang kanker payudara,nah salah satunya komunitas love pink ini.
Di sesi tanya jawab antusias pengunjung sangat terasa,mungkin karena dari penjelasan-penjelan yang tadi cukup menggugah ke sadaran dan akhirnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan.
 
garda medika

garda medika


garda medika

Sesaat sebelum pemutaran film pinky promise,hadir dua sosok perempuan yang juga berperan sebagai tokoh sentral dalam film yang terinspirasi dari kisah-kisah para pejuang kanker payudara,mereka adalah Dea Ananda dan Dhea Seto,seketika ruang studio menjadi gaduh beberapa mendekat ke arah layar untuk berfoto bersama sang artis,saya yang kebetulan ada di deretan bawa juga ikut-ikutan numpang selfie (swafoto).
Setelah undangan kembali tertib,beberapa panitia menyebar,membagikan gelang berwarna coklat bertuliskan #gardamedicaoctobreast yang diminta untuk digunakan dipergelangan tangan kiri,lalu kita diminta lagi untuk saling menautkan kelingki,kehadiran dua artis pemeran film pinkyy promise juga ikut bersama dengan astra garda medika & love pink indonesia dan tentunya kami para undangan mengikrarkan
"Saya bersama Love Pink dan Garda Medika mendukung gerakan peduli kanker payudara"
Setelah itu barulah kita bersama-sama menikmati film pinky promise,yang terinspirasi dari kisah perjuangan teman-teman dari love pink,film ini menarik karena nilai edukasinya yang sarat tapi tidak ada kesan menggurui semuanya mengalir natural,tertuang dalam tokoh-tokoh yang berbeda-beda latar belakangnya tapi ternyata garis hidup mempersatukan mereka.
Sejalan dengan misi yang diemban Love Pink Indonesia dan Garda Medika,mengedukasi masyarakat tentang bahaya kanker payudara dan pentingnya pemeriksaan dini.

Di akhir acara pengumuman pemenang lomba live tweet dan kuis jadi hiburan tersendiri buat saya,setelah sepanjang film saya merasa tersentuh dan sibuk menyeka airmata.

semoga tulisan ini bermanfaat

garda medika

sumber
https://twitter.com
https://www.asuransiastra.com
http://image.slidesharecdn.com (gambar sadari)

You Might Also Like

0 komentar: